Aneka Informasi

Untuk yang belum tau …

Teknologi 3G, Antara Gengsi dan Fungsi

Teknologi 3G, Antara Gengsi dan Fungsi

PENGGUNAAN mobile device seperti handphone, PDA, MP3 player, dan lain-lain semakin luas di masyarakat. Mulai dari lapisan atas, menengah, hingga bawah. Sejalan dengan itu, perkembangan teknologi telekomunikasi juga kian canggih. Salah satunya adalah dalam bidang jaringan (network). Sekarang kita tengah memasuki teknologi telekomunikasi generasi ketiga atau sering disebut “3G”(third generation).

Dengan masuknya teknologi tersebut di tanah air akan muncul sebuah pertanyaan di benak kita, benarkah Indonesia memang memerlukan teknologi telekomunikasi canggih ini? Siapa saja yang perlu teknologi 3G? Berapa banyak jumlah mereka? Bagi operator sendiri, apakah pasar memang menguntungkan?

Kalau 3G hanya digunakan untuk berbicara, pasti jawabannya tidak perlu. Begitu pun jika digunakan hanya untuk menonton televisi di layar kecil, pasti jawabannya juga tidak perlu. Bahkan digunakan untuk mengakses e-mail pun– yang sekarang menjadi salah satu aktivitas kehidupan digital–pasti jawabannya juga tidak perlu. Jika hanya untuk kirim e-mail, kita bisa menggunakan Blackberry atau teknologi push e-mail lain yang menggunakan teknologi GPRS. Teknologi GPRS yang tersedia pun masih mubazir karena belum optimal digunakan oleh pengguna handphone. Boleh jadi karena untuk menggunakan fitur GPRS, pengguna harus melakukan setting yang sesuai dengan handphone yang dimilikinya. Tidak semua pelanggan provider mau direpotkan oleh berbagai hal tersebut. Kita juga jangan lupa dengan kemampuan handset (pesawat handphone) itu sendiri karena bagaimanapun spesifikasi handset sangat menentukan guna memanfaatkan jaringan GPRS secara maksimal

Selain masalah fungsionalitas, teknologi 3G masih berhadapan dengan persoalan ketersediaan handset yang belum banyak tersedia dan harganya pun relatif mahal. Untuk harga handset termurah, harus merogoh kocek sekira 400 dolar AS. Makanya teknologi ini dikenal sebagai teknologi mahal. Masih banyak masalah lain di luar teknologi yang harus dipersiapkan sebelum kita menggelar teknologi 3G.

W-CDMA

Bagi awam mungkin masih buta dengan istilah 3G (baca “triji”). Lalu seperti apakah teknologi 3G itu? Teknologi 3G merupakan tahap lanjutan dari teknologi telekomunikasi seluler yang ada saat ini. Dengan teknologi ini, pengguna handphone dapat berbicara, melakukan transmisi data dengan lebih cepat sehingga layanan-layanan seperti video streaming bisa ditransmisikan antar-handphone atau PDA. Teknologi ini beroperasi pada frekuensi 1.900 MHz – 2.100 MHz. Sementara itu, perangkat handphone 3G yang sudah beredar di Indonesia ditandai dengan frekuensi kerja 2,1 GHz sebagai jalur downlink. Ini sesuai dengan frekuensi kerja jaringan 3G yang menggunakan teknologi W-CDMA (wideband CDMA) yang pertama kali digunakan di Jepang.

Sekarang ini terminal 3G bukan hanya peranti handphone (yang sudah mendukung 3G), tapi juga PDA, serta peranti yang dilengkapi PC card ataupun 3G modem. Ada komitmen produsen laptop untuk menaruh fitur (yang men-support) 3G pada produknya, contohnya pada Dell dan Sony (Vaio).

Bukan tanpa saingan

Perkembangan teknologi telekomunikasi tidak pernah berhenti bergerak. Belum lagi jaringan telekomunikasi bergerak menuntaskan masalah jaringan mobile generasi ketiga atau 3G, sekarang akan segera lahir jaringan generasi keempat (4G). Sulit dibayangkan seperti apa kecepatan dan layanan apa yang akan didapat dari jaringan 4G ini.

Upaya melahirkan teknologi nirkabel ini bagaimanapun secara dahsyat akan mengubah gaya hidup manusia mendatang. Lagi pula wajah dunia akan dibuat semakin terbuka karena komunikasi multimedia semakin mudah dilakukan dari mana pun jika jaringan nirkabel berkecepatan tinggi sudah merata.

Belum lagi kehadiran teknologi nirkabel baru lainnya seperti Wimax maupun B-GAN (Broadband Global Area Network) mengandalkan teknologi satelit menyediakan akses kecepatan tinggi wireless broadband, teknologi 3G yang belum matang menjadi tidak berguna seperti halnya EDGE yang sudah tersedia, tetapi tidak memiliki momentum untuk lepas landas.

Dalam keadaan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia seperti sekarang ini, teknologi 3G pasti tidak perlu, dan menjadi terlalu mahal kalau hanya digunakan supaya tidak dikatakan ketinggalan (zaman) teknologi. Bahkan, orang awam pun akan mengernyitkan dahi dan bertanya, Apa itu 3G?(sumber : pikiran rakyat/Toni Irawan/berbagai sumber)***

Januari 10, 2007 - Posted by | Iptek

3 Komentar »

  1. wlueeeeeeeeee

    Komentar oleh ada degh | September 25, 2007

  2. IH ARTINYA APA?

    Komentar oleh DWI WIDYANINGRUM | September 11, 2013

  3. GEWE CANTIK BGT GILAAAAAAA

    Komentar oleh DWI WIDYANINGRUM | September 11, 2013


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: