Aneka Informasi

Untuk yang belum tau …

Windows Vista, Office 2007 & Exchange Server 2007 Resmi Masuk Indonesia

Windows Vista, Office 2007 & Exchange Server 2007 Resmi Masuk Indonesia
Jakarta, Chiponline.
Microsoft Indonesia meluncurkan tiga produk terbaru mereka yaitu Windows Vista, Office 2007, dan Exchange Server 2007. Tetapi peluncuran tiga produk diatas adalah untuk kalangan bisnis-bukan retail. Bagi Anda pengguna rumahan/retail harus bersabar sedikit sampai bulan Januari 2007.
Pada event ini juga secara resmi diumumkan ketersediaan Windows Vista dan Office 2007 bagi para pelanggan korporat melalui volume licensing. Sedangkan untuk Exchange Server 2007 dirilis untuk organisasi melalui volume license agreement pada minggu kedua bulan Desember. “Windows Vista, Office 2007, dan Exchange Server 2007 adalah hasil dari kolaborasi antara Microsoft bersama pelanggannya. Selama masa testing, pelanggan dari berbagai belahan dunia telah men-download lebih dari 5 juta versi beta dari ketiga produk tersebut dan memberikan tanggapan dan saran yang berguna”, demikian dikatakan Tony Chen, Presiden Direktur Microsoft Indonesia.

Early Adoption Program
Sebelum tiga produk terbaru ini resmi diluncurkan terdapat beberapa perusahaan di Indonesia yang mendapat kepercayaan untuk lebih dahulu mencoba dan mendapatkan manfaat dari ketiga produk ini. Windows Vista diadopsi di Pertamina, Mulia, LippoBank, dan Telkomsel. Office 2007 telah diadopsi di Pertamina, Bank Rakyat Indonesia dan PT. Vico Indonesia. Sedangkan Exchange Server 2007 telah diadopsi di LippoBank, Excelcom, dan Charoen Pokphand. Semua perusahaan diatas mengaku cukup puas atas kinerja produk-produk terbaru Microsoft yang telah mereka coba.

Harga Vista
“Harga Windows Vista sama dengan harga Windows XP”, demikian dikatakan Hermawan Sutanto, Product Marketing Manager Windows Client Microsoft Indonesia.

Bagi pengguna korporat (volume license) yang ingin meng-upgrade Windows XP Prof menjadi Vista edisi Premium harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 150. Sedangkan harga untuk full package Vista Business adalah US$ 299 dan Vista Ultimate US$ 399.

Bagi pengguna retail untuk meng-upgrade OS lamanya menjadi Vista Home Basic harus merogoh kocek sebesar US$ 99,95. Sedangkan untuk upgrade ke Home premium sebesar US$ 159. Untuk pembelian baru-bukan upgrade/full package untuk Home Basic dikenai harga US$ 199, dan versi Home Premium US$ 239.

Masih menurut Hermawan Susanto, “Bagi yang membeli Windows XP Prof dan XP Media Center mulai tanggal 26 Oktober 2006 sampai dengan 15 Maret 2007 akan mendapatkan upgrade gratis Windows Vista Home Business dan Home Premium”.

Source: Press Conference
Author: Reza Wahyudi

Januari 13, 2007 Posted by | Umum | 2 Komentar

Kontroversi Pembatasan Jalur Sepeda Motor

Kontroversi Pembatasan Jalur Sepeda Motor

Jakarta,Tempo.
Para pengguna sepeda motor di DKI Jakarta tampaknya akan terus mengalami proses peminggiran. Setelah peraturan (paksa) menggunakan jalur kiri dan menyalakan lampu depan pada siang hari, kini pengguna sepeda motor (akan) dilarang melenggang di jalan protokol, seperti Jalan Sudirman, Thamrin, Gatot Soebroto, dan Rasuna Said. Tidak kurang dari 8,5 juta unit sepeda motor berseliweran di Jakarta. “Jakarta sudah penuh sesak oleh sepeda motor,” kata Sutiyoso.

Para pengguna sepeda motor tentu saja keberatan (marah) dengan kebijakan ini. Apa yang salah dengan pengguna sepeda motor, toh sama-sama penyumbang pajak ke Pemerintah Provinsi DKI? Dari sisi manajemen transportasi dan kondisi empiris lalu lintas di DKI Jakarta, tidak terlalu sulit untuk mematahkan ide kebijakan Sutiyoso dan keberatan pengguna sepeda motor itu sendiri. Argumentasi kedua belah pihak mempunyai kelemahan mendasar.

Pertama, kalau alasannya sepeda motor berkontribusi terhadap kemacetan lalu lintas dan melanggar hak-hak pejalan kaki, apakah kemudian perilaku pengguna mobil pribadi tidak demikian? Bukankah justru mobil–yang lebih banyak menggunakan space–lebih dominan berkontribusi terhadap kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta.

Penghormatan yang rendah terhadap pejalan kaki juga bukan hanya monopoli pemakai sepeda motor. Pengguna kendaraan roda empat pun tak menghormati pejalan kaki. Sebagai contoh, jika kita ingin menyeberang jalan, sekalipun sudah di atas zebra cross, belum tentu pengguna mobil berhenti sejenak memberikan kesempatan pejalan kaki menyeberang jalan. Dalam etika berlalu lintas, seharusnya pengemudi kendaraan bermotor berhenti dulu, mempersilakan penyeberang jalan lewat.

Kedua, maraknya pemakaian sepeda motor ini lebih mencerminkan kegagalan pemerintah dalam mengelola sistem transportasi kota. Angkutan umum (metromini, kopaja, bus swasta, atau bus Transjakarta sekalipun) yang ada, terbukti tidak mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan mobilitas warga Jakarta. Warga Jakarta membutuhkan sarana dan akses angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, dan harganya terjangkau. Bukan malah sebaliknya, tidak nyaman, tidak aman, serta akumulasi tarifnya mahal.

Ketiga, pembatasan penggunaan sepeda motor mencerminkan pemerintah tidak berpihak kepada orang kebanyakan (miskin). Bagaimanapun, kebanyakan pengguna sepeda motor adalah pegawai rendahan, dengan gaji kecil. Sepeda motor merupakan satu-satunya akses termurah untuk mobilitas mereka. Kalau mereka dilarang melewati jalan-jalan tersebut, sudah pasti mereka harus merogoh kocek tambahan. Bisa jadi hal ini merupakan proses pemiskinan.

Keempat, secara teknis (ini untuk para pengguna sepeda motor), sepeda motor memang bukan sarana transportasi yang ideal. Sebab, di satu sisi, sepeda motor digerakkan oleh tenaga mesin, sedangkan di sisi lain, badan pengemudi sepeda motor tidak dilindungi oleh kabin kendaraan/rumah-rumah sebagaimana kendaraan roda empat. Maka, jika terjadi kecelakaan, umumnya pengguna sepeda motor lebih banyak yang meninggal/terluka parah dibanding pengguna mobil.

Menurut data resmi PT Jasa Raharja pada 2005, kematian di sektor lalu lintas darat mencapai 39 ribu orang, 19 ribu orang di antaranya kecelakaan sepeda motor. Ironisnya, masyarakat saat ini justru merasa lebih aman-nyaman menggunakan sepeda motor daripada mobil, sekalipun untuk mudik dengan jarak tempuh yang sangat jauh. By design, sebenarnya sepeda motor hanya layak digunakan untuk jarak pendek.

Berdasarkan konfigurasi permasalahan di atas, manuver Sutiyoso membatasi penggunaan sepeda motor tidak akan efektif, karena hanya bersumber pada panic policy dan instant policy. Tidak salah jika kebijakan ini diklaim diskriminatif dan mereduksi hak-hak warga. Jika ingin adil, pengguna kendaraan roda empat pun harus dibatasi pula karena, dari sisi jumlah, pun sudah begitu banyak. Kalau sepeda motor tidak boleh melewati jalan-jalan protokol, pengguna roda empat pun bukan tidak mungkin diperlakukan hal yang sama, misalnya pada hari-hari tertentu.

Di luar negeri, pada hari libur, ada program yang bernama car free day (hari bebas mobil). Pada hari itu, jalan-jalan dibebaskan dari lalu-lalang kendaraan bermotor dan hanya boleh dilewati oleh pejalan kaki serta pengguna sepeda. Contohnya di Bogota, Kolombia, Amerika Latin. Jutaan pengguna sepeda pada Minggu tumplek-blek memenuhi ruas-ruas jalan protokol, tanpa khawatir disambar mobil dan/atau ditelikung pengguna sepeda motor.

Selain itu, pemerintah DKI Jakarta (dan pemerintah pusat) harus masuk pada kebijakan pre market, yaitu mengatur ulang model penjualan sepeda motor. Saat ini penjualan sepeda motor sudah sangat “liar”, bahkan sudah merugikan konsumen. Calon konsumen sepeda motor dijebak oleh pihak dealer/leasing dengan pola penjualan yang “memanjakan” (baca: menjebak, menelikung) konsumen. Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mencatat, saat ini pengaduan masalah kredit sepeda motor merupakan pengaduan tertinggi. Artinya, ada yang salah dalam pola penjualan sepeda motor kepada masyarakat konsumen.

Jadi pemerintah DKI Jakarta (bahkan pemerintah pusat) sebaiknya tidak melihat persoalan sepeda motor secara parsial. Tidak ada jalan lain, selain harus mengoptimalkan akses sarana transportasi publik yang aman, nyaman, dan selamat, dengan tarif terjangkau. Survei membuktikan, jika tersedia akses sarana transportasi publik yang memenuhi standar tadi, fenomena menyemutnya sepeda motor dan kendaraan roda empat akan terkikis dengan sendirinya.

Tulus Abadi, ANGGOTA PENGURUS HARIAN YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA

Januari 13, 2007 Posted by | Kolom | 2 Komentar

“Singapore Paradox”?

“Singapore Paradox”?

Todung Mulya Lubis
Anda adalah seorang pengusaha Indonesia. Anda telah menyuap pejabat bank negara untuk mendapatkan 200 juta dollar Amerika Serikat tanpa jaminan memadai, atau analisa risiko, untuk sebuah bisnis yang Anda tahu tak akan bisa berjalan. Aparat penegak hukum mengetahui hal ini dan Anda dihadapkan kepada ancaman penahanan. Anda harus lari ke tempat di mana aparat hukum tak akan bisa menyentuh Anda. Ke mana? Singapura. Mengapa? Karena Singapura hanya setengah jam terbang (seharusnya satu jam lebih sedikit) dari Jakarta, atau 45 menit dengan ferry dari Batam, dan yang terpenting Singapura tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia”.

Itulah awal tulisan Michael Backman di harian The Age (Melbourne, 26/7/2006) yang terkesan amat ironis dan penuh sinisme. Bayangkan Singapura, sebuah negara pulau yang amat maju, serba teratur, dan diperintah oleh supremasi hukum, tiba-tiba digambarkan sebagai tempat parkir uang-uang haram dari Indonesia.

Tulisan ini tak enak dibaca, dan muka mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew merah padam menahan marah. Pertanyaannya, sejauh mana Michael Backman benar?

Bersih dari korupsi

Jika melihat data dari Corruption Perception Index (CPI) yang diterbitkan Transparency International setiap tahun, terlihat, Singapura termasuk negara paling bersih dari korupsi bersama sejumlah negara Skandinavia. Tahun 2005, misalnya, survei Transparency International menempatkan Singapura sebagai negara nomor lima paling bersih dengan score 9,4.

Rentang score yang digunakan survei Transparency International adalah 0-10, angka 10 untuk negara zero corruption dan angka 0 untuk negara paling korup. Score 9,4 adalah yang amat bagus mendekati sempurna, dan menjadi daya tarik bagi pengusaha dan mereka yang ingin menabungkan uangnya di bank-bank Singapura. Kerahasiaan bank terjamin dan aman. Tidak heran jika Singapura, negara berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa dengan produk domestik bruto (GDP) sekitar 132 miliar dollar AS, menjadi pusat keuangan dan bisnis regional yang maju pesat, hadir sebagai saingan baru bagi pusat keuangan mapan seperti Hongkong dan Swiss.

Jika meneliti konglomerasi Indonesia dan dunia, terlihat banyak sekali regional headquarters berdomisili di Singapura, dan uang pun mengalir ke sana. Proses pengambilan keputusan pun akhirnya banyak dilakukan di Singapura, menyebabkan lalu lintas ke dan dari Singapura menjadi amat padat. Lihat, pesawat Jakarta-Singapura setiap hari padat penumpang.

Maka, bagi publik, terutama pengusaha, Singapura adalah negara yang amat maju, teratur, bersih dari korupsi, dan dituntun oleh Rule of Law. Lembaga pengadilan amat mandiri, independen, dan tanpa korupsi. Putusan pengadilan selalu berdasar ketentuan hukum yang berlaku (strict law).

Belakangan, penyelesaian arbitrase di Singapura juga mulai populer karena dianggap memiliki kredibilitas tinggi. Akhirnya Singapura menjadi bukan saja tempat bisnis, tetapi juga tempat rujukan penyelesaian sengketa bisnis. Tidak heran jika kita melihat banyak kontrak bisnis internasional yang mencantumkan penyelesaian sengketa bisnis di lembaga pengadilan atau arbitrase di Singapura.

Dalam kondisi seperti inilah kita selalu mendengarkan kotbah tentang integritas, good governance, good corporate governance, dan Rule of Law dari Singapura, baik yang berasal dari pemerintahan maupun pengusaha swasta. Indonesia sering dikritik sebagai negara yang tak aman untuk berinvestasi karena ketidakpastian hukum dan merajalelanya korupsi.

Perlu dicatat, pada tahun 2005, menurut survei Transparency International, Indonesia termasuk negara paling korup di dunia, pada urutan 132 dengan score 2,2. Bandingkan dengan Singapura yang mendapat score 9,4.

Uang haram

Indonesia adalah negara yang tak akan maju jika tidak memperbaiki kondisi penegakan hukum. Dengan kata lain, Indonesia akan terus terpuruk sebagai “paria” di antara negara-negara Asia yang sedang berlomba maju seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam serta Korea Selatan, Taiwan, Cina, dan India.

Indonesia yang kaya sumber alam dan penduduk hanya menjadi penonton kemajuan ekonomi karena sistem pemerintahan yang korup dan tak berkepastian hukum? Indonesia tak lagi memiliki modal, dan daya beli kian merosot.

Ke mana uang Indonesia mengalir? Ke mana modal Indonesia menghilang? Dalam kaitan itu, menarik membaca tulisan Netty Ismail, Morgan Stanley’s Quit After Singapore E-Mail (Bloomberg, edisi 5 Oktober 2006). Dalam artikel itu dijelaskan, Chief Economist Andy Xie yang telah bekerja sekitar sembilan tahun pada Morgan Stanley terpaksa atau dipaksa mundur karena sebuah e-mail internal yang amat kritis terhadap keberhasilan Singapura yang menurut Andy Xie berasal dari uang haram para pejabat dan pengusaha Indonesia yang dicuci di Singapura. “Indonesia has no money. So Singapore isn’t doing well”, kata Andy Xie dalam salah satu e-mail-nya.

Maka, Singapura sebetulnya mendulang sukses dari uang-uang haram hasil penjarahan uang negara Indonesia yang dilakukan pejabat dan pengusaha tak bertanggung jawab. Tidak heran melihat banyak gedung, apartemen, dan kantor yang merupakan investasi orang-orang Indonesia yang oleh pemerintah Singapura diberikan banyak kemudahan, termasuk pajak dan izin tinggal (permanent residence), bahkan dalam beberapa kasus diberi kewarganegaraan Singapura. Beberapa pengusaha Indonesia diketahui memiliki status warga negara Singapura. Mereka lalu menjadi untouchables karena bukan lagi warga negara Indonesia.

Standar ganda

Apa yang dikatakan Andy Xie bukan barang baru. Banyak orang Indonesia mengeluhkan hal ini karena melihat Singapura memainkan standar ganda. Di satu sisi kita sering diberi kuliah tentang good governance, good corporate governance, dan Rule of Law, tetapi di sisi lain kita melihat Singapura tidak membantu Indonesia memerangi korupsi dalam arti membawa koruptor dan asetnya ke Indonesia.

Assets tracing tampaknya tidak jalan. Padahal banyak ikhtiar politik dilakukan, tetapi hingga kini tetap mandek. Artinya, biarlah korupsi terjadi di negara lain, yang penting bukan di Singapura. Dan Singapura pun menampung uang-uang korupsi. Lebih dari itu, jika melihat hasil Bribe Payers Index 2006 yang diterbitkan Transparency International terlihat para pengusaha Singapura juga melakukan penyiapan dalam bisnisnya di luar negeri meski tidak separah pengusaha China, India, Rusia, dan Brasil, misalnya.

Akan tetapi intinya adalah, di negeri lain boleh kotor, tetapi kebersihan di negeri sendiri harus dipelihara.

Bagi saya, ini amat memilukan karena tidak menggambarkan komitmen kolektif untuk bersama-sama membersihkan dunia dari korupsi yang diyakini sebagai persoalan global: karena merupakan kejahatan global. Bagi saya, sikap Singapura ini saya sebut Singapore Paradox, sikap hipokrit yang tak membantu kita keluar dari lingkaran setan korupsi dan pencucian uang yang dahsyat ini.

Artikel ini tak bermaksud melarang orang berbisnis atau menyimpan uangnya di Singapura. Kini, dalam bisnis global, semua itu sah dan tak boleh dilarang. Namun, adalah mutlak adil jika Pemerintah Singapura tidak menyediakan dirinya untuk menjadi tempat “parkir” bagi uang-uang haram dari mana pun meski keadaan ekonomi akan kian sulit.

Kehendak Pemerintah Singapura untuk membangun kasino juga akan dilihat banyak orang sebagai kesempatan mencuci uang haram. Pandangan ini tidak salah karena pasti akan banyak uang haram yang terdampar di meja-meja judi. Kita tak akan bisa menutup karena judi akan terus ada dalam berbagai bentuk, termasuk judi gelap yang pasti lebih merugikan.

Namun, Singapura bisa berbuat banyak untuk perang melawan korupsi dan pencucian uang jika pemerintahnya membantu membawa kembali koruptor dan uang haram mereka ke negeri ini. Dalam konteks ini, penandatanganan Perjanjian Ekstradiksi adalah satu langkah awal yang penting. Sayang, Pemerintah Singapura selalu berdalih, sistem hukum berbeda, maka Perjanjian Ekstradiksi sulit diwujudkan. Perlu diketahui, Indonesia sudah menandatangani Perjanjian Ekstradiksi dengan Australia yang sistem hukumnya juga berbeda. Agaknya, perbedaan sistem hukum bukan alasan sebenarnya.

Singapore Paradox sudah waktunya diakhiri jika Singapura bersikap tulus membantu negara seperti Indonesia untuk menjadi mitra jangka panjang yang akan saling membantu. Indonesia dan Singapura memiliki masa depan cerah jika bisa berjalan bersama. Perjalanan bersama tak akan terhambat karena berhentinya arus uang haram dari negeri ini.

Bagaimanapun Singapura adalah tempat Indonesia berpaling dalam bisnis di masa datang. Banyak hal yang dimiliki Singapura, belum dimiliki Indonesia.

Mengapa kita tak melihat masa depan dalam perspektif seperti ini?

Todung Mulya Lubis
Ketua Transparency International- Indonesia

Januari 13, 2007 Posted by | Umum | 1 Komentar

Terlalu Banyak Makan Ikan Saat Hamil Bahayakan Janin

Terlalu Banyak Makan Ikan Saat Hamil Bahayakan Janin

Wanita hamil yang mengonsumsi ikan lebih dari tiga kali dalam seminggu bisa membahayakan kesehatan janin, terutama karena tingginya kadar merkuri dalam darah. Demikian kesimpulan para peneliti dari Taiwan seperti dimuat dalam International Journal of Obstetrics and Gynecology.

Kontaminasi merkuri sangat berbahaya bagi janin, terlebih ketika organ tubuh bagian dalam janin sedang berkembang yang akhirnya bisa berdampak pada kerusakan jaringan syaraf, ginjal, otak serta gangguan pendengaran.

Di China, para calon ibu di sana memang banyak mengonsumsi ikan karena mereka percaya ikan lebih menyehatkan dibanding daging merah atau daging putih.

Dalam riset terhadap 65 ibu hamil di Taipei ditemukan konsentrasi merkuri sekitar 9,1 mikrogram/liter dalam darah dan 10 mikrogram/liter dalam darah tali pusar. Para peneliti juga menemukan sekitar 19 nanogram per gram merkuri dalam plasenta.

Kadar tersebut sudah melewati ambang batas. Lembaga Penelitian Nasional AS merekemondasikan ambang batas merkuri pada manusia hanya 5,8 mikrogram per liter.

Untuk kepentingan penelitian ini, para ilmuwan mengamati kesehatan para responden selama 24 minggu kehamilannya.

“Ketika ibu hamil makan ikan, akan terserap dalam saluran pencernaan dan masuk ke peredaran darah. Merkuri atau metilmerkuri, yang berasal dari ikan, akan masuk ke plasenta lalu ke janin,” kata seorang peneliti.

FDA atau Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS, mengimbau para ibu hamil untuk menghindari makan ikan dari sungai yang mungkin tercemar merkuri.

Peringatan ini tentu tak boleh kita abaikan mengingat pencemaran merkuri di sungai mungkin sudah melampui ambang batas.

Berdasarkan data tahun 2002, kadar merkuri di tubuh ikan lokal dari sungai-sungai Kalimantan mencapai 0,676 mg/liter, padahal ambang batas kandungan merkuri dalam ikan adalah 0,4 mg/liter

Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dalam mengonsumsi ikan. Jika terpaksa mengonsumsi ikan sungai, ikan itu harus dimasak matang.

Sumber: reuters&kompas

Januari 13, 2007 Posted by | kesehatan | 2 Komentar

Manusia Berasal dari Debu, Menjadi Debu… Lalu Jadi Permata

Manusia Berasal dari Debu, Menjadi Debu… Lalu Jadi Permata

Banyak orang sering menyebut orang-orang yang dikasihinya sebagai permata hati. Kini hal tersebut menjadi kenyataan setelah teknologi mampu mengubah abu hasil kremasi menjadi permata.

“Hanya butuh 225 gram abu dari jasad seseorang yang dikasihi menjadi permata,” kata Dean VandenBiesen, wakil presiden LifeGem, perusahaan yang mengubah abu menjadi permata.

Dikatakan VandenBiesen, abu kremasi memiliki cukup karbon untuk membuat 20 butir permata, dan masih tersisa beberapa gram lagi untuk dijadikan hiasan di sekitarnya. Tapi sejauh ini, tidak ada yang minta pembuatan lebih dari 11 permata dari sisa orang yang dicintai.

LifeGem menggunakan oven super panas untuk mengubah abu menjadi grafit. Grafit itu kemudian diberi tekanan tinggi sehingga berubah menjadi permata-permata berwarna biru dan kuning yang harganya mencapai 2.700 hingga 20.000 dollar AS (27 juta hingga 200 juta).

Kebanyakan orang kemudian menjadikan permata-permata itu sebagai cincin atau liontin untuk mengenang orang terdekat mereka. “Memang tidak setiap orang tertarik,” kata VandenBiesen. “Tapi mereka yang melakukannya mengaku menjadi merasa menjadi lebih dekat dengan orang yang telah meninggal.” (kompas)

Januari 12, 2007 Posted by | Iptek | Tinggalkan komentar

Cokelat Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung

Cokelat Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung

Meski cokelat sering dituding sebagai penyebab kegemukan dan buruk bagi kesehatan, sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dari makanan lezat dan manis ini, salah satunya mengurangi risiko serangan jantung.

Tim peneliti dari fakultas kedokteran Johns Hopkins University yang sedang meneliti aspirin dan penyakit jantung, secara tak sengaja menemukan bukti bahwa sepotong kecil cokelat setiap hari bisa mengurangi risiko serangan jantung.

Menurut Diane Becker, salah seorang peneliti, kandungan zat kimia dari biji cokelat memiliki efek yang serupa dengan aspirin dalam mengurangi gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah dan berakibat fatal, yaitu serangan jantung.

Sebanyak 1200 orang menjadi responden dalam penelitian ini, mereka berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit jantung. Awalnya penelitian ditujukan untuk melihat manfaat aspirin pada lapisan pembuluh darah.

Untuk mengikuti tes ini, para responden diminta taat pada beberapa aturan, misalnya rutin olahraga, berhenti merokok, menghindari minuman berkafein, minuman dari anggur dan menjauhi cokelat. Cokelat dan beberapa makanan lain diketahui menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah.

“Beberapa responden keberatan ketika diminta menjauh dari cokelat, dan itu sudah kami duga sebelumnya. Karenanya kami minta mereka tidak makan cokelat selama 24-48 jam sebelum tes,” kata Diane seperti dikutip reuters.

Ternyata beberapa responden bersikap ’nakal’ karena mereka tetap memakan cokelat, akhirnya tim peneliti membuat dua kelompok responden, yaitu penelitian untuk aspirin dan mereka yang memakan cokelat.

Tim peneliti mengambil contoh sel darah dari dua kelompok untuk mengetahui mekanisme pembuluh darah, guna mencari tahu berapa lama trombosit membentuk gumpalan dalam tabung percobaan. Hasilnya, darah responden pencinta cokelat lebih lambat menggumpal daripada kelompok yang tidak memakan cokelat.

Dari hasil tes urin diketahui bahwa cokelat menghasilkan tromboxane yang membuat produksi platelet (sel dalam sirkulasi darah) lebih rendah.

Sebagai kelanjutan riset ini, tim peneliti akan melakukan riset untuk mengetahui apakah pencinta cokelat memiliki risiko lebih kecil terkena serangan jantung, stroke dan operasi jantung. Untuk itu mereka akan melakukan penelitian selama beberapa tahun dan membutuhkan responden para pencinta cokelat. (kompas)

Januari 12, 2007 Posted by | kesehatan | Tinggalkan komentar

Tramigo T21, Alat Pelacak Kendaraan

Tramigo T21, Alat Pelacak Kendaraan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akhir-akhir ini pencurian kendaraan bermotor terus meningkat. Dari data Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, angka pencurian 2005 meningkat lebih dari dua kali dari angka pencurian pada tahun sebelumnya, hingga mencapai 45.316 kasus. Sedangkan dari Januari hingga April 2006 saja sudah terjadi 8.695 pencurian.

Biasanya upaya pencegahan maksimal yang ditempuh oleh pemilik kendaraan adalah dengan memasang alarm. Namun, tak jarang komplotan penjahat dipersenjatai dengan senjata api, dan merampas mobil dari pemilik kendaraan. Bila sudah begitu, kendaraan Anda bisa dengan mudah dilarikan, dipreteli, dan dipermak untuk dijual kembali di daerah-daerah yang jauh dari kota.

Untuk menghindari hal itu, sebuah alat bernama Tramigo T21 mampu melacak posisi kendaraan Anda. Alat pelacak kendaraan portabel pertama ini diluncurkan oleh sebuah perusahaan Finlandia, Tramigo, Januari 2006, dan sudah dijual di Indonesia sejak Juni 2006.

Bentuk dan ukurannya seperti sepotong burger. Tebalnya 4,5 sentimeter, berdiameter 9,3 sentimeter, dengan berat hanya 150 gram. T21 bisa dipasang di dashboard mobil, tapi lebih sering dipasang di tempat tersembunyi, seperti di bawah jok mobil.

Untuk menyalakannya, ia harus dicolokkan ke sumber listrik dari baterai aki mobil atau dihubungkan ke sebuah baterai backup (termasuk dalam paket penjualan), yang tiap dicas selama sekitar sejam bisa bertahan hingga dua hari.

Selain sebagai pelacak posisi kendaraan, T21 bisa memberi tahu saat mesin kendaraan Anda sedang dihidupkan atau menjadi alat peminta pertolongan dalam kondisi darurat. Ia juga bisa berfungsi sebagai perekam jalur yang dilalui oleh kendaraan kita, memberi peringatan bila kita melampaui batas kecepatan yang ditentukan, atau peringatan saat kendaraan melakukan akselerasi kecepatan yang berlebihan.

Alat ini memakai teknologi global positioning system (GPS) dan beroperasi di seluruh jaringan global system for mobile communication (GSM). Ia sama sekali tidak melibatkan pihak ketiga atau operator telekomunikasi, hanya butuh sebuah kartu SIM (dari operator mana pun), untuk berkomunikasi dengan ponsel GSM pemilik kendaraan, yang telah dipasangi software berukuran 8 megabita.

Untuk mengetahui posisi, kecepatan, dan arah kendaraan Anda, software Tramigo menyediakan fitur Find dalam menu. Bila kita memilih fitur tersebut, dalam sekejap, layar akan memberi pesan teks tentang kecepatan, arah, dan keberadaan mobil kita.

Untuk menjadikannya sebagai alat peringatan, kita harus mengaktifkan fitur Ignition pada T21, dengan mengetik, “Iginition, on”. Bila kita memarkir kendaraan di suatu tempat, lalu kendaraan itu dicuri, saat mesin kendaraan dinyalakan, T21 akan mengirimkan pesan ke ponsel kita.

Jika kita ingin merekam jalur kendaraan yang kita lewati, kita juga harus mengaktifkan fungsi Journey pada T21 lewat ponsel kita. Kemudian, secara otomatis, alat itu akan merekam koordinat-koordinat posisi setiap 20 detik, atau setengah menit (bisa diubah-ubah sesuai dengan pilihan).

Nah, dalam kondisi darurat, misalnya kecelakaan mobil, alat ini bisa digunakan untuk mengirimkan pesan permintaan bantuan secara otomatis, ke empat nomor GSM yang kita inginkan. Caranya mudah, tinggal tekan sebuah tombol di bagian samping T21 selama dua detik. Untuk setiap pertukaran informasi teks tadi, baik pulsa ponsel maupun pulsa T21 akan berkurang sesuai dengan biaya pesan pendek (SMS) yang berlaku.

Di Indonesia, alat ini dijual seharga Rp 6 juta. Selain untuk keperluan pribadi, alat ini bisa digunakan untuk memantau armada kendaraan perusahaan. Hanya, ia memiliki keterbatasan tak dapat dipakai di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau oleh jaringan GSM.
(sumber:tempointeraktif)

Januari 12, 2007 Posted by | Otomotif | 5 Komentar

Chikungunya

Penyakit chikungunya adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus alpha dan famili Togaviridae. Penyakit ini ditularkan dari orang sakit chikungunya kepada orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Chikungunya mirip dengan penyakit influenza dan biasanya seluruh anggota keluarga dengan mudah dapat terserang jika salah satunya sudah kena.

Wabah chikungunya pertama kali dilaporkan di Tanzania pada 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) chikungunya dilaporkan terjadi tahun 1982 di beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta (1983), Muara Enim (1999), Aceh, dan Bogor (2001).

Penyakit ini termasuk self limited disease (dapat sembuh sendiri) dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Penderita sebaiknya menjaga asupan gizi yang cukup, minum sebanyak-banyaknya, dan banyak istirahat. Boleh juga mengonsumsi obat pengurang rasa sakit nyeri persendian dan penurun panas tubuh.

Gejala utama chikungunya adalah demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki, tangan, serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.

Pada umumnya, penyakit ini muncul di daerah yang lingkungannya kurang bersih, selain juga karena perubahan iklim. Untuk mencegah merebaknya penyakit tersebut, tindakan yang harus dilakukan masyarakat adalah sama seperti mencegah penyebaran penyakit DBD, yaitu memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. (pro)

Ciri-ciri Penderita Chikungunya
* Demam tinggi sekitar 39-40 derajat Celcius
* Sakit di persendian
* Bercak-bercak kecil warna merah di kulit
* Gejala mirip demam berdarah dengue (DBD)
* Penularan melalui nyamuk Aedes Aegypti
* Ditularkan dari orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk

Januari 11, 2007 Posted by | kesehatan | 1 Komentar

Bakmi Tertua Ditemukan di China

Bakmi Tertua Ditemukan di China

Bakmi tertua yang ditemukan di China dan berusia sekitar 4.000 tahun

Sisa-sisa bakmi tertua di dunia telah ditemukan dalam sebuah penggalian di China. Untaian sepanjang 50 cm berwarna kuning itu berada dalam wadah yang mungkin tertimbun tanah ketika terjadi bencana banjir.

Penanggalan radiokarbon terhadap bakmi yang diambil dari situs arkeolog Lajia di tepi Sungai Kuning tersebut mengindikasikan usianya kurang lebih 4.000 tahun.

Para peneliti mengatakan bahwa bakmi itu dibuat dari biji semacam padi-padian, tidak seperti bakmi modern yang dibuat dari tepung terigu.

Penemuan ini diperkirakan akan memunculkan kembali pertanyaan mengenai orang-orang manakah yang pertama kali membuat bakmi.

Profesor Houyuan Lu mengatakan, “Sebelum penemuan Laija ini, catatan pertama mengenai bakmi ditemukan dalam tulisan yang dibuat pada jaman Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220. Walau begitu masih menjadi perdebatan apakah bangsa China, Italia, atau Arab yang pertama kali membuat bakmi.”

“Nah, penemuan ini merupakan salah satu petunjuk bahwa bakmi pertama kali dibuat di China,” kata Lu yang adalah peneliti dari Institut Geologi dan Geofisika, Akademi Ilmu Pengetahuanh China, di Beijing.

Berdasar penggalian yang dilakukan tim Lu, pemukiman kuno di Laija pada saat itu pernah terkena bencana secara tiba-tiba. Bukti-buktinya tampak pada temuan tulang belulang yang terkubur dalam posisi tidak normal (tidak seperti orang mati yang dikubur), yang seolah menggambarkan orang-orang itu berusaha menyelamatkan diri tapi terperangkap dalam bencana.

“Berdasar bukti geologi dan arkeologi, terjadi gempa bumi dan kemudian disusul masuknya air dari sungai,” jalas Profesor Kam-biu Liu, dari Louisiana State University, AS. “Lajia adalah situs yang menarik, seperti Pompeii.”

Di situlah, di antara tulang belulang manusia, para peneliti menemukan mangkok tanah liat berisi bahan berwarna coklat-kuning. Ketika bagian dalamnya diperiksa dan dibersihkan, terlihat bentuk seperti untaian bakmi di tengah-tengah endapan tanah.

“Bakmi ini terawetkan berkat endapan yang menciptakan ruang vakum antara bagian atas dan bawah wadah,” kata Profesor Kam-biu Liu.

Bakmi ini mirp dengan bakmi La-Mian, bakmi tradisional China yang dibuat dengan membanting dan menarik adonan berulang-ulang. Sedangkan untuk mengidentifikasi bahan yang dipakai, para peneliti mengamati bentuk dan pola butir pembuat bakmi itu.

Analisa mereka mengarah pada biji-bijian dari tanaman semacam padi yang disebut ekor rubah (Setaria italica) dan biji jagung sapu (Panicum miliaceum).

“Data yang kami peroleh menunjukkan bahwa bakmi pertama kali dibuat dari spesies yang hidup di China. Ini berbeda dengan bakmi China atau italia modern yang kebanyakan terbuat dari tepung terigu,” kata Profesor Houyuan Lu.

Sumber: bbc.co.uk

Januari 11, 2007 Posted by | Ter... di dunia | 3 Komentar

Cantik dengan Teh

Cantik dengan Teh

Tak sekadar diminum, teh juga bisa digunakan untuk merawat kecantikan dari luar. Seperti yang dilakukan di Q Spa misalnya. Spa tersebut menggunakan teh sebagai bahan utama untuk seluruh perawatan kecantikan yang mereka sediakan.

Menurut Mika Lestiani Hadi, pemilik Q Spa, sejak awal mendirikan spa tersebut, ia sudah berniat untuk menjadikan teh sebagai komoditas utamanya. “Teh sangat berguna untuk menghentikan dan mengatasi penuaan dini. Pasalnya, teh mengandung antioksidan yang bisa menjaga kulit untuk selalu awet muda dan beregenerasi dengan baik,” jelasnya.

Teh yang digunakan adalah green tea yang memiliki kandungan antioksidan paling tinggi. Teh tersebut kemudian dikombinasikan dengan ramuan spa seperti Herbal Tea Body Bath yang digunakan untuk berendam, Milk Bath campur teh yang dioleskan setelah proses scrub selesai, dan Tea Scrub. Produk terakhir merupakan andalan Q Spa karena Mika membuatnya sendiri.

Scrub tersebut dibuatnya dari green tea kering, dicampur dengan aromatherapy dan sedikit whitening essence. Fungsinya adalah untuk mengoptimalkan eksfoliasi dan memaksimalkan regenerasi kulit dengan baik.

Empat signature program yang mereka kedepankan adalah Perfect Contour, Soothing Effect, Rising Energy, dan Stone Warmth. Perfect Contour berfungsi untuk membentuk tubuh dengan menstimulus kelenjar getah bening. Soothing Effect berguna bagi mereka yang merasa kelelahan dan butuh istirahat.

“Sementara Rising Energy justru kebalikannya. Program spa ini justru membuat klien bersemangat dan sangat cocok dipilih untuk mereka yang ingin menghadiri rapat atau kerja sesudah spa. Sedangkan Stone Warmth bagus untuk mereka yang menderita masuk angin atau flu,” jelasnya.

Yang pasti, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semua produk yang digunakan dalam spa tersebut berbahan dasar teh. Program-program tadi didesain Mika dengan menyesuaikan pada gaya hidup dan aktivitas masyarakat Jakarta pada umumnya.

Tak heran, selain signature program di atas, ia juga memiliki beberapa program spa lain seperti Hangover Vanishing Treatment yang ditujukan bagi mereka yang baru saja hangover sesudah dugem dan menenggak alkohol semalaman.

Sleeps and Sound Treatment berguna bagi mereka yang merasa kurang tidur dan kelelahan. Sementara Shinning Tan Treatment baik dicoba oleh mereka yang baru saja selesai beraktivitas di luar ruangan seper- ti golf, diving dan sebagainya.

Hingga kini, spa Mika kerap dikunjungi kaum perempuan maupun laki-laki. Namun, tetap saja, kaum perempuan mendominasi jumlah pengunjung dengan 70 persen rata-rata.

“Intinya, kami mencoba membantu masyarakat untuk menyeimbangkan kadar stres dengan spa. Karena itu, program-program kami pun bervariasi dan bisa didatangi di tengah-tengah kesibukan. Teh sangat membantu tujuan kami karena kandungan zatnya yang baik bagi kesehatan dan kecantikan,” lanjutnya. [D-10] ( Suara Pembaruan )

Januari 11, 2007 Posted by | kesehatan | Tinggalkan komentar