Aneka Informasi

Untuk yang belum tau …

Vaksin flu burung

Virus Flu Burung Indonesia Jadi Vaksin

TEMPO Interaktif, London: Vaksin flu burung yang harganya murah dan dosis sedikit –sehingga mudah disimpan dan didistribusikan– berhasil dikembangkan perusahaan Inggris, GlaxoSmithKline. Vaksin itu dikembangkan dari virus yang menyerang warga Indonesia.

Sebelumnya, vaksin yang berhasil dikembangkan membutuhkan dosis besar dan harganya mahal. Temuan ini memungkinkan vaksin dipakai semua warga, tidak hanya kalangan terbatas seperti saat ini.

Glaxo menyatakan order vaksin bisa dilakukan mulai tahun depan. “Semuanya berjalan baik. Kami berharap bisa membuat dosis tepat dalam beberapa bulan mendatang,” kata Jean-Pierre Garnier, bos Glaxo.

Vaksin sebelumnya sudah ada, seperti buatan Sanofi Pasteur, Prancis. Vaksin ini ditimbun pemerintah Amerika Serikat sejak tahun lalu. Tapi vaksin ini membutuhkan dosis besar sehingga sangat sulit–mungkin malah tidak mungkin–membuat dalam jumlah besar jika ada wabah.

GlaxoSmithKline menguji virus pada 400 orang sehat, yang berusia 18-60 tahun. Hasil percobaan, 80 persen menjadi kebal setelah menggunakan virus berdosis 0,0038 miligram dua kali. Reaksi vaksin flu burung, sejauh ini, paling hanya demam ringan.

Dosis pertama bisa memberi kekebalan terbatas saat wabah flu burung menyebar. Sedangkan yang kedua, memastikan tubuh manusia sudah sepenuhnya kebal.

Bandingkan dengan vaksin yang sudah ditimbun Amerika buatan Sanofi. Vaksin itu butuh dosis 30 kali lipat, 0,09 miligram, sebanyak dua kali. Itu pun dengan tingkat kekebalan lebih rendah, hanya 50 persen. Selain itu, harganya sangat murah, tidak berbeda dengan vaksin flu lain yang sekarang beredar. Mungkin sekitar Rp 80 ribu satu dosis.

Yang membuat Glaxo bisa membuat vaksin lebih baik adalah zat tambahan yang memang digunakan agar bisa bekerja lebih baik dalam dosis lebih sedikit. Zat tambahan itu dirahasiakan Glaxo. Sanofi menggunakan zat tambahan Alum, yang menurut Glaxo kurang efektif.

Virus H5N1 menyebar sangat cepat dari Asia sampai Eropa dan Afrika dalam tiga tahun terakhir. Ratusan orang tewas. Indonesia menjadi negeri paling banyak korban jiwanya, yaitu 42 orang.

Selain mereka berdua, perusahaan lain yang memproduksi vaksin adalah Baxter and Chiron. Perusahaan ini malah sudah mendapat pesanan dari pemerintah Inggris sebanyak 3,5 juta dosis. Virus ini untuk berjaga-jaga jika ada wabah flu burung.

Flu burung menyebar membawa maut sejak enam tahun silam dan sudah mengakibatkan ratusan orang tewas. Sampai saat ini belum jelas bagaimana virus ini menyebar dari manusia ke manusia. Karena itu, perusahaan farmasi kesulitan membuat vaksin.

Sejumlah perusahaan, termasuk Glaxo, mengembangkan vaksin dari virus H5NI yang diambil dari Indonesia sehingga tubuh manusia mengembangkan kekebalan terlebih dulu.

Glaxo yakin bisa menjual vaksin dalam jumlah banyak. Ini karena sejumlah negara, seperti Inggris dan Amerika Serikat, sudah menyatakan berniat melakukan imunisasi flu burung bagi semua warganya.

Agar harga bisa ditekan murah bagi warga miskin dan negara berkembang, Glaxo sudah menghubungi Yayasan Gates–yang didirikan multimiliader pendiri Microsoft, Bill Gates–untuk mendapat tambahan dana.

Yang menjadi pertanyaan, apakah vaksin itu cukup efektif jika virus itu melakukan mutasi genetis. Ini karena virus sangat cepat melakukan mutasi genetis. Virus flu burung sendiri juga merupakan mutasi dari virus yang tidak terlalu berbahaya.

Sebelum flu burung menyerang, virus paling berbahaya adalah SARS. Wabah ini menewaskan ratusan orang yang berawal dari Cina. Sebelum ada cara pengobatan efektif, tiba-tiba saja SARS berhenti dengan sendirinya.

Januari 9, 2007 - Posted by | kesehatan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: